Subnetting VLSM dan Implementasinya
TJKT Kelas V · Perencanaan dan Pengalamatan Jaringan
Dari alasan mengapa jaringan perlu dibagi, cara menghitung subnet dengan VLSM, sampai praktik di Cisco Packet Tracer dan cara mengerjakan jobsheet.
Unduh file Packet Tracer (.pkt)Contoh pengisian jobsheet
Isi halaman: Fungsi | Konsep dasar | Langkah VLSM | Studi kasus | Topologi pondok | Praktik | Jobsheet | Adab digital
1. Mengapa perlu subnetting dan VLSM?
Satu blok alamat IP biasanya harus dipakai oleh banyak bagian: kantor, lab, asrama, perpustakaan. Tiap bagian punya jumlah perangkat yang berbeda. Tanpa perencanaan, ada dua masalah yang muncul:
- Boros alamat. Bagian kecil (misalnya link antar-router yang hanya butuh 2 alamat) mendapat jatah sebesar bagian besar.
- Jaringan terlalu ramai. Semua perangkat dalam satu segmen besar saling mengirim broadcast, sehingga jaringan melambat.
Subnetting memecah satu blok IP menjadi beberapa subnet (segmen) yang terpisah. VLSM (Variable Length Subnet Mask) memungkinkan setiap subnet punya ukuran berbeda sesuai kebutuhan. Jadi alamat dipakai hemat, dan blok yang tersisa bisa dipakai untuk pengembangan.
FLSM dan VLSM: apa bedanya?
| FLSM | VLSM | |
|---|---|---|
| Ukuran subnet | Semua sama | Berbeda sesuai kebutuhan |
| Kelebihan | Perhitungan sederhana | Hemat alamat |
| Kekurangan | Boros, atau tidak muat | Perlu perencanaan lebih teliti |
Contoh: sebuah ruangan butuh 100 host dan tiga ruangan lain butuh 28, 12, dan 2. Dengan FLSM, semua subnet harus cukup untuk 100 host, yaitu /25 (126 host). Satu blok /24 hanya bisa dibelah menjadi 2 subnet /25, padahal butuh 4 segmen. Dengan VLSM, keempatnya muat dengan sisa blok yang masih banyak.
2. Konsep dasar yang perlu diingat
Rumus jumlah host
Jika n adalah jumlah bit host, maka jumlah host yang bisa dipakai adalah:
host usable = 2ⁿ − 2 prefix = 32 − n
Dikurangi 2 karena alamat pertama dipakai sebagai alamat network dan alamat terakhir sebagai alamat broadcast. Keduanya tidak boleh diberikan ke perangkat.
Tabel prefix yang sering dipakai
| Prefix | Subnet mask | Bit host (n) | Total alamat | Host usable |
|---|---|---|---|---|
| /24 | 255.255.255.0 | 8 | 256 | 254 |
| /25 | 255.255.255.128 | 7 | 128 | 126 |
| /26 | 255.255.255.192 | 6 | 64 | 62 |
| /27 | 255.255.255.224 | 5 | 32 | 30 |
| /28 | 255.255.255.240 | 4 | 16 | 14 |
| /29 | 255.255.255.248 | 3 | 8 | 6 |
| /30 | 255.255.255.252 | 2 | 4 | 2 |
3. Langkah menyusun VLSM
- Catat kebutuhan host tiap segmen, tambahkan 1 untuk gateway. Link antar-router butuh 2 alamat.
- Tentukan prefix. Cari
nterkecil sehingga 2ⁿ − 2 ≥ kebutuhan, lalu prefix = 32 − n. - Urutkan dari segmen terbesar ke terkecil. Segmen besar dialokasikan lebih dulu agar batas blok tetap rapi dan tidak tumpang tindih.
- Alokasikan satu per satu. Network pertama dimulai dari alamat awal blok. Network berikutnya = broadcast sebelumnya + 1.
- Tulis tabel: network, prefix, range host, broadcast, dan gateway (host pertama).
- Periksa. Tidak ada subnet yang tumpang tindih, semua muat dalam blok, dan catat sisa blok.
4. Studi kasus (contoh yang sudah diselesaikan)
Sebuah sekolah mendapat blok 10.10.10.0/24. Kebutuhannya:
| Segmen | Kebutuhan host |
|---|---|
| Ruang Kelas | 100 |
| Ruang Guru | 28 |
| Perpustakaan | 12 |
| Link R1 ↔ R2 | 2 |
Analisis prefix
Contoh Ruang Kelas: 2⁶ − 2 = 62 (kurang dari 100), 2⁷ − 2 = 126 (cukup). Jadi n = 7 dan prefix = 32 − 7 = /25.
| Segmen | Host | n | 2ⁿ − 2 | Prefix | Subnet mask |
|---|---|---|---|---|---|
| Ruang Kelas | 100 | 7 | 126 | /25 | 255.255.255.128 |
| Ruang Guru | 28 | 5 | 30 | /27 | 255.255.255.224 |
| Perpustakaan | 12 | 4 | 14 | /28 | 255.255.255.240 |
| Link Router | 2 | 2 | 2 | /30 | 255.255.255.252 |
Tabel perencanaan VLSM
| Segmen | Network | Prefix | Range host | Broadcast | Gateway |
|---|---|---|---|---|---|
| Ruang Kelas | 10.10.10.0 | /25 | .1 – .126 | .127 | .1 |
| Ruang Guru | 10.10.10.128 | /27 | .129 – .158 | .159 | .129 |
| Perpustakaan | 10.10.10.160 | /28 | .161 – .174 | .175 | .161 |
| Link Router | 10.10.10.176 | /30 | .177 – .178 | .179 | - |
Gambaran pembagian blok /24
Lebar tiap bagian sebanding dengan jumlah alamatnya (Pus = Perpustakaan /28, kotak oranye = link /30). Sisa blok .180 – .255 masih bisa dipakai untuk segmen baru.
Topologi contoh
PC-Kelas — SW1 — R1 G0/0
R1 G0/1 ═══ link /30 ═══ R2 G0/2
R2 G0/0 — SW2 — PC-Guru
R2 G0/1 — SW3 — PC-Perpus
5. Topologi jaringan pondok (untuk jobsheet)
Inilah topologi yang akan kamu kerjakan di jobsheet. Semua perangkat dan kabel sudah terpasang di file Packet Tracer. Tugasmu mengisi alamat IP, konfigurasi router, dan pengujian.
Unduh file Packet Tracer (.pkt)

Topologi di Packet Tracer: dua router, empat switch, dan delapan PC.
Daftar perangkat dan koneksi
| Segmen | PC | Switch | Terhubung ke router |
|---|---|---|---|
| Asrama Putra | PCPUTRA1, PCPUTRA2 | SW1 | R-Asrama, port Gig0/0 |
| Asrama Putri | PCPUTRI1, PCPUTRI2 | SW2 | R-Asrama, port Gig0/1 |
| Kantor | PCKANTOR1, PCKANTOR2 | SW3 | R-Pusat, port Gig0/0 |
| Lab Komputer | PCLAB1, PCLAB2 | SW4 | R-Pusat, port Gig0/1 |
| Link antar-router | R-Asrama Gig0/2 dan R-Pusat Gig0/2 (garis putus-putus) | Subnet /30 | |
- Di setiap switch, port Fa0/1 menuju router, sedangkan port Fa0/2 dan Fa0/3 menuju dua PC.
- Kedua PC dalam satu segmen berada di subnet yang sama, jadi gateway-nya sama dan IP-nya berbeda.
- Setiap segmen punya satu antarmuka router sebagai gateway, sehingga ada 6 antarmuka router yang harus diberi IP: 3 di R-Asrama dan 3 di R-Pusat.
6. Praktik di Cisco Packet Tracer
Perangkat dan kabel
- Pada jobsheet, topologi dan kabel sudah terpasang di file .pkt. Bagian ini untuk pemahaman kalau kamu perlu membangunnya sendiri.
- PC ke switch dan switch ke router memakai kabel straight-through.
- Router ke router memakai kabel cross-over.
- Tunggu sampai semua lampu link berwarna hijau sebelum mengonfigurasi.
Konfigurasi IP interface router (contoh R1)
enable configure terminal hostname R1 interface g0/0 ip address 10.10.10.1 255.255.255.128 no shutdown interface g0/1 ip address 10.10.10.177 255.255.255.252 no shutdown exit
Routing statis
Router hanya mengenal jaringan yang tersambung langsung. Segmen di router seberang harus diberitahukan lewat static route dengan format:
ip route [network tujuan] [mask tujuan] [next hop]
Next hop adalah IP router di seberang link /30.
! di R1: ke segmen Guru dan Perpustakaan lewat R2 ip route 10.10.10.128 255.255.255.224 10.10.10.178 ip route 10.10.10.160 255.255.255.240 10.10.10.178 ! di R2: ke segmen Kelas lewat R1 ip route 10.10.10.0 255.255.255.128 10.10.10.177 end write memory
Konfigurasi PC
Klik PC, buka Desktop, pilih IP Configuration, lalu isi IP address, subnet mask, dan default gateway.
| PC | IP address | Subnet mask | Gateway |
|---|---|---|---|
| PC-Kelas | 10.10.10.2 | 255.255.255.128 | 10.10.10.1 |
| PC-Guru | 10.10.10.130 | 255.255.255.224 | 10.10.10.129 |
| PC-Perpus | 10.10.10.162 | 255.255.255.240 | 10.10.10.161 |
Pada topologi pondok setiap segmen punya dua PC. Beri keduanya IP berbeda dari range host segmen yang sama, mask yang sama, dan gateway yang sama (alamat host pertama).
Pengujian
- Buka Command Prompt di PC, lalu jalankan
ping 10.10.10.130dan seterusnya. - Di router, jalankan
show ip route. Rute berkodeCadalah connected, danSadalah static. - Jalankan
show ip interface briefuntuk memastikan status interface up/up.
Jika ping gagal
| Gejala | Periksa |
|---|---|
| Ping antar-segmen gagal, satu segmen berhasil | Default gateway PC belum diisi atau salah |
| Interface router down | Lupa no shutdown, atau jenis kabel salah |
| Ping ke segmen seberang gagal | Static route belum ada atau mask-nya salah |
| Ping hilang sebagian | IP ganda di dua perangkat (IP conflict) |
| Subnet saling tumpang tindih | Alokasi dimulai dari segmen kecil, ulangi dari segmen terbesar |
7. Cara mengerjakan jobsheet
Unduh file Packet Tracer (.pkt)Lihat contoh pengisian jobsheet
Unduh file Packet Tracer (.pkt)Kunci Jawaban
Buka file .pkt di komputer lab, lalu lihat contoh pengisian sebelum mulai. Jobsheet dikerjakan berkelompok 2 santri per PC. Satu santri menjadi operator dan satu menjadi pencatat, bergantian peran di setiap tahap. Jangan menyalin jawaban contoh di atas, karena jobsheet memakai kasus pondok dengan angka yang berbeda.
| Tahap | Yang dikerjakan | Waktu |
|---|---|---|
| Analisis | Hitung n dan prefix tiap segmen (Langkah 1) | ± 5 menit |
| Perencanaan | Isi tabel VLSM, mulai dari segmen terbesar (Langkah 2) | ± 7 menit |
| Implementasi | Isi tabel IP, ketik konfigurasi router, atur IP PC (Langkah 3) | ± 18 menit |
| Pengujian | Ping antar-segmen dan show ip route, simpan screenshot (Langkah 4) |
± 8 menit |
| Refleksi dan penutup | Pertanyaan analisis, refleksi, dan SOP penutup lab | ± 12 menit |
Ceklis sebelum mengumpulkan
- ☐ Tabel analisis dan tabel VLSM terisi lengkap
- ☐ Tabel IP router dan IP PC terisi dan sesuai dengan tabel VLSM (8 PC sudah diberi IP)
- ☐ Konfigurasi router sudah diketik dan disimpan (
write memory) - ☐ Minimal dua screenshot ping berhasil tersimpan
- ☐ Pertanyaan analisis dan refleksi terisi
- ☐ File disimpan dengan nama
KELOMPOK_VLSM.pkt
SOP penutup lab
Simpan file, tutup Packet Tracer, logout dan shutdown PC, lalu rapikan kursi dan meja. Pembiasaan ini juga bagian dari adab di lab.
8. aturan dalam mengerjakan jaringan
- Gunakan IP sesuai rencana. Memakai IP tanpa izin bisa menyebabkan IP conflict dan memutus koneksi perangkat lain. Admin yang amanah mencatat pemakaian IP dengan rapi.
- Jujur dalam mengerjakan. Boleh berdiskusi dalam kelompok. Menyalin jawaban kelompok lain termasuk plagiasi dan tidak melatih kemampuan sendiri.
Ringkasan
- VLSM membagi satu blok IP menjadi subnet dengan ukuran sesuai kebutuhan, sehingga hemat alamat.
- Hitung dengan 2ⁿ − 2 ≥ kebutuhan host (ditambah 1 untuk gateway), lalu prefix = 32 − n.
- Alokasikan dari segmen terbesar ke terkecil. Network berikutnya = broadcast sebelumnya + 1.
- Router perlu IP interface dan static route agar antar-segmen saling terhubung.
- Uji dengan ping dan
show ip route, lalu periksa gateway,no shutdown, dan mask jika gagal.